Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana, Santri MA PERSIS 19 Bentar Ikuti Edukasi dan Praktik Pemadaman Api

Garut, 21 Oktober 2026 — Santri MA PERSIS 19 Bentar Garut mengikuti kegiatan edukasi dan praktik pemadaman api bertema “Survival di Situasi Darurat: Tanggap, Tenang, dan Berdaya” pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri dan lingkungan.

Kegiatan ini menghadirkan petugas pemadam kebakaran wilayah Garut, Bapak Agit dan Bapak Badru, sebagai pemateri sekaligus instruktur. Acara dibuka oleh Mudir Mu’allimin, Ustaz Kadar Muttakin, Lc., M.Pd., dan diikuti santri kelas X, XI, dan XII. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komandan dan Komandis Syubbanul Yaum (SY) periode 2025–2026 ini menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan hidup.

Dalam sesi edukasi, peserta mempelajari penanganan awal kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta langkah penanganan kebakaran akibat kebocoran gas. Melalui demonstrasi dan praktik langsung, santri belajar mengenali potensi bahaya, memahami prosedur keselamatan, serta pentingnya bersikap tenang dan mengambil tindakan yang tepat dalam keadaan darurat.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang santri UG kelas XI mengungkapkan bahwa kegiatan ini terasa menyenangkan karena materi disertai praktik langsung. Pengalaman tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu santri memahami bahwa kesiapsiagaan membutuhkan pengetahuan, keterampilan, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak.

Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan sikap tanggap dan peduli terhadap keselamatan sesama. Edukasi kebencanaan ini juga menegaskan bahwa pendidikan santri tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi turut membentuk kemandirian, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tantangan nyata di masyarakat. Dengan demikian, nilai edukatif kegiatan diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *