Pesantren Persatuan Islam Bentar Garut merupakan pesantren tertua dan bersejarah di Kabupaten Garut. Berdiri pada tahun 1960-an atas prakarsa empat tokoh Persatuan Islam Garut—Komaruddin AS, Zaenuddin Masdiani, Syihabuddin, dan Zamaluddin—pesantren ini menjadi pelopor pendidikan Islam modern di daerah tersebut.
Awalnya, kegiatan belajar dimulai dari pengajian di Masjid Bentar, yang kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal berjenjang. Dukungan masyarakat sangat besar; banyak yang mewakafkan tanah dan membantu pembangunan hingga berdirilah masjid, ruang kelas, dan kantor pesantren.
Sejak awal, Pesantren Bentar dikenal karena sistem pendidikannya. Tidak lagi Bandongan atau sorogan akan tetapi penjenjangan kelas secara klasikal. Hal itu digunakan untuk memperkuat proses belajar, tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren yang bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan kitab-kitab turats.
Tokoh penting dalam sejarah pesantren ini, Ibu Aminah Dahlan, turut memperkuat pendidikan santriwati dan memperkenalkan sistem kerudung khoas yang khas dan syar’i.
Kini, Pesantren Persatuan Islam Bentar Garut terus berkembang dengan jenjang pendidikan lengkap—mulai Diniyyah, Tsanawiyyah, hingga Muallimin. Terletak di jantung Kota Garut, pesantren ini memadukan warisan keilmuan Islam yang kuat dengan sistem pendidikan modern untuk membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat bagi umat.