
Pesantren Persatuan Islam (Persis) 19 Bentar kembali melaksanakan kegiatan Madrasah Asatidz sebagai salah satu program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi para guru yang berlangsung pada semester pertama tahun ajaran ini. Program tersebut telah dilaksanakan sebanyak tiga kali pada semester satu dan rencananya akan kembali dilanjutkan pada semester dua mendatang.
Kegiatan Madrasah Asatidz ini menghadirkan pemateri Ustadz Iwan Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., yang saat ini menjabat sebagai Bidang Pendidikan PD Persis Garut sekaligus Pengawas Madrasah Kementerian Agama Garut. Pemilihan beliau sebagai pemateri didasarkan pada kompetensi dan keahliannya dalam bidang administrasi pendidikan, penyusunan kurikulum, serta pemahaman mendalam mengenai Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan secara nasional.
Pada pertemuan ketiga, yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, tema utama yang dibahas adalah Bimbingan Teknis Penyusunan Kisi-Kisi Soal dan Pembuatan Soal Berbasis Kurikulum Merdeka. Materi ini disampaikan agar para guru memahami pentingnya perencanaan dalam penyusunan asesmen, termasuk penyelarasan antara tujuan pembelajaran dan instrumen evaluasi. Hal ini dinilai penting mengingat para guru akan menghadapi Assessment Akhir Semester dalam waktu dekat.
Menurut Fajar Azhari selaku bidang SDM Pesantren Persis 19 Bentar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik sesuai empat kompetensi guru yang tercantum dalam Undang-Undang Guru, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Ia menegaskan bahwa seorang pendidik tidak hanya wajib mengajar, tetapi juga harus mampu merencanakan asesmen, menjalankan evaluasi, dan memahami perkembangan peserta didik secara komprehensif. Di akhir wawancara, Fajar menyampaikan harapannya agar Madrasah Asatidz mampu meningkatkan mutu pembelajaran di Pesantren Persis 19 Bentar. Dengan peningkatan kompetensi guru, ia optimis kualitas pendidikan di pesantren akan semakin maju serta mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas, berilmu, dan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal masa depan.
